Di tengah masyarakat modern investasi merupakan hal yang sudah tidak asing lagi, termasuk dalam hal mengetahui harga saham yang sering naik turun. Saham merupakan indikasi dari majunya perekonomian suatu negara. Negara yang telah mengetahui dengan baik tentang keuntungan berinvestasi, akan memiliki angka berinvestasi yang tinggi dibandingkan  negara lainnya. Tidak sedikit kisah sukses yang tercipta dari seseorang yang membeli saham dan memperoleh keuntungan finansial karena suksesnya perusahaan.

Meski terdengar sangat fantastis, ada hal yang harus dipikirkan yaitu harga saham bukanlah produk yang stabil, ada kalanya nilai saham mengalami kenaikan maupun atau penurunan. Lalu pasti anda mulai bertanya dalam hati, apa saja sih faktor yang membuat nilai saham naik turun seperti komoditi di pasar? Namun yang perlu diketahui naik turunnya nilai ekonomi dari produk finansial apapun adalah hal yang lumrah. Bahkan kalau pasar saham bersifat statis, justru tidak akan menarik banyak investor. Naik turunnya harga saham sendiri dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan permintaan masyarakat.

Berikut 5 hal yang perlu anda ketahui tentang penyebab naik dan turunnya harga saham.

 

1. Manipulasi Pasar Saham

koalafinansial.com

Ada banyak hal rahasia yang terkadang membuat kita bertanya-tanya, termasuk naik turunnya harga saham. Pernahkah terfikirkan bahwa dibalik itu semua ada beberapa investor-investor profesional berpengalaman dengan modal besar melakukan manipulasi pada pasar saham. Untuk melakukannya, mereka memanfaatkan kekuatan media demi menciptakan suatu kondisi yang membuat saham perusahaan seolah-olah meningkat atau menurun, untuk keuntungan mereka. 

Namun tidak perlu khawatir, karena kebanyakan aksi manipulasi saham ini tidak berjalan mulus dan bertahan lama. Karena cepat atau lambat perusahaan bisa membuat harga saham terkoreksi ke posisi semula dengan hal-hal fundamental yang dimiliki perusahaan. 

 

2. Kebijakan Pemerintah

koalafinansial.com

Sebagai investor yang berpengalaman, kebijakan pemerintah terhadap pergerakan ekonomi adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Beberapa kebijakan yang berpengaruh misalnya seperti keputusan ekspor-impor, pemberlakuan bea cukai, utang, Penanaman Modal Asing (PMA), kebijakan perseroan, dan banyak yang lainnya. Meski masih wacana, kebijakan tersebut akan menjadi hal yang sensitif untuk naik turunnya harga saham, khususnya dalam trading harian. 

 

3. Kinerja Perusahaan 

Dalam banyak kasus, investor lebih percaya membeli saham di perusahaan dengan kinerja yang sudah terbukti memberikan hasil yang baik. Diantara beberapa faktor yang menjadi sorotan para investor ini adalah  Rasio Pembayaran Dividen/Dividend Payout Ratio (DPR), Rasio Nilai Buku/Price to Book Value (PBV), Earnings Per Share (EPS), dan tingkat laba suatu perusahaan.

Perusahaan yang menawarkan dividend payout ratio (DPR) yang lebih besar cenderung disukai investor karena bisa memberikan imbal balik yang bagus. Dalam praktiknya, DPR berdampak pada harga saham. Selain itu, EPS juga turut andil terhadap perubahan saham. EPS yang tinggi mendorong para investor untuk membeli saham tersebut yang menyebabkan nilai saham makin tinggi.

 

4. Fluktuasi Kurs Rupiah

koalafinansial.com

Nilai mata uang asing (terutama dolar) sangat berpengaruh pada naik turunnya harga saham di bursa. Konsekuensi dari naik turunnya nilai mata uang tersebut memberikan dampak positif maupun negatif bagi perusahaan – perusahaan tertentu, khususnya yang memiliki beban utang mata uang asing. Sebab hal ini akan berakibat pada meningkatnya biaya operasional dan secara otomatis mengakibatkan turunnya harga saham yang ditawarkan. 

 

5. Faktor Kepanikan

koalafinansial.com

Tidak sedikit berita-berita muncul yang mengakibatkan kepanikan di salah satu bursa atau saham. Kepanikan inilah yang akhirnya menuntut investor untuk melepas (menjual) sahamnya. Kondisi ini juga menyebabkan tekanan jual, sehingga harga saham ikut turun. Para investor akhirnya tidak memperhatikan harga saham yang akan dijual, karena berpikir lebih baik menjual sekarang juga daripada harganya terus merosot turun. Tindakan ini lebih dipicu oleh emosi dan ketakutan bukan berdasar analisis yang rasional.  

Agar tidak merugi, anda harus menghindari menjual saham karena terbawa kepanikan, Analisislah terlebih dahulu saham yang akan dijual, apakah sebenarnya saham tersebut masih layak untuk dipertahankan atau tidak. 

 

Dari uraian diatas mengenai penyebab naik turunnya harga saham, apakah anda mulai tertarik untuk berinvestasi saham ? Jika anda masih ragu untuk berinvestasi di skala besar, ada baiknya anda mencoba berinvestasi di Koala Finansial. Silahkan klik disini dan anda akan dibantu oleh para ahlinya untuk menentukan, jenis investasi apa yang sesuai dengan kebutuhanmu. Semoga bermanfaat !

 

Koala Finansial Indonesia memberikan layanan konsultasi terbaik bagi nasabah yang ingin merencanakan masa depan lebih baik. Tersedia layanan untuk konsultasi persiapan dan proteksi masa depan meliputi proteksi jiwa, perencanaan dana pensiun dan perlindungan kesehatan.