Kelola dan usia 20an dan 30an tentunya akan berbeda. Semakin bertambahnya usia, maka kebutuhan juga akan ikut bertambah. Rentang usia tertentu juga mempengaruhi besarnya angka pendapatan. Berapapun penghasilan anda, perlu yang namanya melakukan pengelolaan keuangan yang baik. Karena besar atau kecilnya nominal gaji anda, jika anda tidak melakukan cashflow management yang baik, maka gaji anda pun bisa lenyap hanya dalam sekejap saja. Perlu diketahui juga bahwa cashflow setiap orang berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor seperti usia, besarnya tanggungan pribadi maupun keluarga, prioritas tujuan keuangan, serta tipe kepribadian keuangannya. 

 

Tentunya mengelola dana pada usia 20an akan berbeda dengan usia 30an. Semakin tua, maka akan semakin banyak tanggungan yang harus dipenuhi. Salah satu perbedaan yang paling terlihat saat kelola dana usia 20an dan 30an adalah ketika sudah menikah dan berkeluarga. Alokasi dana saat anda lajang dan sudah menikah akan sangat berbeda. Akan banyak sekali kebutuhan yang bertambah dan yang wajib dipenuhi. Oleh karenanya anda perlu mengetahui bagaimana perbedaan kelola dana usia 20an dan 30an yang dilansir dari akun instagram @pritagozhie berikut ini:

 

1. Alokasi Living Sebesar 50%

Perbedaan Cara Kelola Dana ala Usia 20-an dan Usia 30-an

 

Tentunya alokasi dana di usia 20an dan 30an akan sangat berbeda. Pada usia 20an, mostly kebutuhan yang harus dipenuhi dalam pos living adalah seperti membayar tagihan, membayar biaya sewa tempat tinggal, membeli makanan dan jajanan, memenuhi kebutuhan tersier seperti pakaian, dan membayar cicilan. Pada usia 20an, kita cenderung suka mencicil barang apapun. Entah itu barang elektronik, tas, maupun barang yang lain. 

 

Sedangkan alokasi dana pada usia 30an, mostly disalurkan pada kebutuhan living yang berhubungan dengan kebutuhan rumah tangga seperti pengeluaran pribadi, pengeluaran anak dan memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga yang lain. Selain itu tagihan anda pada usia 30an akan bertambah pula. Ada cicilan KPR, cicilan kendaraan, dan cicilan-cicilan lainnya. Selain itu mungkin anda adalah termasuk ke dalam generasi sandwich yang ikut memberikan support dana finansial kepada orangtua anda atau mungkin keluarga besar lainnya.

 

Perlu anda ingat dan ketahui bahwa meskipun pendapatan pada usia 30an lebih besar, tapi tanggungan yang dikeluarkan juga akan lebih banyak dibandingkan saat usia 20an. Jadi dana alokasi untuk pos living akan berpotensi membengkak hingga 70%. 

 

2. Alokasi Savings Sebesar 30%

Perbedaan Cara Kelola Dana Usia 20-an dan Usia 30-an

 

Usia 20an dipaksa untuk mengalokasikan gaji dan pendapatannya sebesar 10% untuk keperluan dana darurat. Selain itu alokasikan dana sebesar 20% untuk berinvestasi. Berbeda dengan usia 30an, pendapatan yang anda peroleh dialokasikan sebesar 10% untuk dana darurat dan membayar premi asuransi. Adapun 5% dialokasikan untuk tabungan, dan sebesar 15% untuk investasi.

 

Mungkin pada usia 20an kita terkesan lebih cuek dan kurang memperhatikan mengenai pengelolaan finansial yang baik. Sikap inilah yang nantinya akan memberatkan diri anda sendiri pada saat memasuki early 30s. Karena anda akan mulai repot memikirkan pembagian dana untuk keperluan investasi. Apalagi jika ditemukan ternyata penghasilan anda tidak sesuai dengan pengeluaran, maka pos saving anda terancam akan menjadi korban.

 

3. Alokasi Playing Sebesar 20%

Perbedaan Cara Kelola Dana Usia 20-an dan Usia 30-an

 

Pada usia 20an, kebutuhan yang harus dipenuhi adalah seperti dana untuk jalan-jalan, jajan di luar, dan ganti gadget. Intinya pada usia 20an kita masih suka bersenang-senang sehingga tidak jarang juga menyebabkan kita menjadi impulsif dan boros. Dan kita cenderung ingin dipandang dan mendapat pengakuan dari orang lain. Oleh karenanya perlu untuk membatasi diri agar tidak berdampak pada membengkaknya pengeluaran. 

Sementara itu pada usia 30an, alokasi dana sama seperti pada usia 20an namun ditambah dengan kebutuhan-kebutuhan lain. Seperti membeli baju yang gemas untuk anak, membeli tanaman dan pot yang terlihat gemas, dan barang-barang lain di online shop atau marketplace yang sepertinya tidak terlalu penting kegunaannya namun tetap dibeli karen terlihat gemas. 

 

Mungkin anda berpikir apakah gaji cukup untuk dialokasikan kepada kebutuhan seperti diatas. Pilihannya adalah anda harus berhemat atau anda bisa  mencari penghasilan tambahan. Ada banyak opsi yang bisa anda lakukan diantaranya seperti berdagang, atau bergabung dengan bisnis MLM, mencari pekerjaan part-time dan freelance, serta memindahkan aset tidur menjadi aset yang aktif. Sehingga anda tidak kesusahaan lagi untuk kelola dana usia 20an dan 30an.

 

Jangan lupa untuk selalu menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk berbagi karena dalam penghasilan kita ada hak orang lain. Membayar zakat, perpuluhan, sedekah, baksos, dan kegiatan lain yang intinya adalah berbagi kepada sesama. Karena berapapun dana yang kita bagi akan berarti sangat besar untuk setiap orang yang menerimanya. 

 

Memiliki masa depan tanpa kekhawatiran akan kondisi finansial merupakan impian setiap orang. Bersama Koala Finansial, kami siap membantu nasabah untuk merencanakan masa depan yang lebih baik. Kami memberikan layanan konsultasi untuk persiapan dan proteksi masa depan meliputi proteksi jiwa, perencanaan dana pensiun dan perlindungan kesehatan.