Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, Miskin artinya tidak berharta/serba kekurangan.
Nah, Bagaimana rumus untuk menangkalnya?? Tentu saja dengan sebuah rumus sederhana, yang orang ekonomi sebut sebagai rumus pendapatan. Karena tujuan awal kita adalah menangkal miskin (tidak berharta) maka kita perlu menciptakan sumber pendapatan/income yang dapat membuat kita terhindar dari zona kemiskinan.

Rumusnya adalah:
Y=C+S (I)
Y mewakili pendapatan
C mewakili konsumsi
S mewakili tabungan/ I (Investasi)
Jadi pendapatan/income kita akan sangat mempengaruhi jumlah konsumsi serta tabungan atau investasi kita. Sedangkan lifestyle/gaya hidup yang akan berpengaruh secara langsung terhadap proporsi keduanya.

Rumus Pendapatan ini sekaligus dapat menjadi barometer sederhana bagi kita, untuk menilai seberapa sehat kondisi keuangan dan bagaimana lifestyle/gaya hidup kita. So simple, jika kita ingin perbesar tabungan/investasi kita, maka kita perlu mengontrol pengeluaran/konsumsi. Jika kita perbesar konsumsi, maka tak menutup kemungkinan kita akan terjebak dengan besar pasak daripada tiang.

Bila kita cermati lebih jauh, sebuah rumus memiliki sisi kiri dan sisi kanan, sisi kiri dalam hal ini adalah pendapatan itu sendiri. Di sini, pendapatan berbanding lurus dengan beberapa komponen lainnya. Oleh karena itu, jika ternyata kita dapat memaksimalkan potensi dan waktu kita maka kita memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan atau bahkan menambah keran pendapatan/income kita. Caranya? Ada berbagai macam cara yang dapat kita lakukan seperti melakukan double job (karyawan sekaligus wirausahawan), ibu rumah tangga yang dapat income dari suami dan memiliki online shop, mahasiswa yang menjadi EO sekaligus berbisnis sendiri, dll. Dengan demikian sisi kiri/pendapatan akan lebih besar.

Jika kita telah memiliki lebih dari satu sumber income maka saatnya bagi kita untuk fokus kepada bagaimana caranya kita berharta? Tentu saja dengan mengelola income tersebut secara efektif melalui instrument-instrument investasi/tabungan. Kita bisa mulai memikirkan untuk dapat mengelola keuangan kita melalui deposito, reksa dana, saham, emas, tabungan biasa, serta unit link, dll. Perlu kita sadari, bahwa pemilihan instrument tersebut memerlukan pengenalan diri kita sendiri, apakah kita tipe investor yang konservatif atau moderat atau agresif. Setiap tipe pun memiliki resikonya masing-masing.

Saat kita telah memiliki sumber income dan instrument investasi/tabungan yang tepat, maka saatnya bagi kita untuk menangkal miskin tadi secara lebih dalam agar tidak menghinggapi kita. Supaya kita tetap berharta maka kita perlu proteksi/lindungi keuangan kita, salah satunya dengan income protection melalui asuransi/unit link. Dengan demikian kita akan lebih nyaman melakukan aktivitas, dan pastinya memiliki rumus ajaib penangkal miskin yang efektif bagi kita.
Artikel by. RX